GERIMIS DIPAGI HARI
Pukul setengah lima pagi, ku berlari menuju ruang sepi untuk menyudahi yang pernah terjadi.
Tiba di ruang sepi rintik hujan menyambut ku dengan membasahi bumi yang sunyi.
Rintik nya yang merdu terdengar seakan membawa kabar sejuta rindu.
Sendu rasanya merindu dipagi hari yang sepi, hanya berkawan tetesan air hujan yang membasahi kaki dan pipi.
Langit yang gelap gulita berselimut awan hitam yang kelam, lampu lampu jalan yang meredup menambah hampa kegundahan dihati.
Memang kerap sunyi menemani, ada canda disusun jemari.
Sering ku menatap langit jika merindukan mu, seolah aku merasa dekat dengan dirimu.
Bila rindu seperti air mungkin rindu ku sudah sedalam lautan, yang kan menenggelamkan setiap sisi ruang sepi dikesunyian hati.
Apa kau akan membiarkan ku mati tenggelam diruang sepi ini, karena terlalu lama menanti janji yang pernah kau ingkari.
Kasih, Aku masih selalu menanti mu dibawah langit jingga, saat senja kerap menyapa.
Memang kerap rindu menggoda, berharap angin mempertemukan kita.
Komentar
Posting Komentar