CAKRAWALA
Dari batas gari cakrawala ku bentang kan sayap-sayap ku yang telah rapuh,
Karena tersapu oleh badai yang menghantam.
Terombang-ambing ku di buat nya, sampai terpental jauh hingga tak tentu arah.
Lalu malam kembali menghempas ku pada pasir putih basah,
Sekali-sekali lidah ombak mulai menggelitik jari kaki ku.
Riuh nya angin kerap mengacau rambut ku.
Telinga ku kerap mendengar debur ombak yang menghatam batu-batu karang di tepi lautan yang luas ini,
Dari jauh ku melihat cahaya merah ke emasan yang berbentuk seperti lingkaran dengan mega yang berselimut di atas nya.
Kini perlahan ku coba hilangkan sebagian ingatan ku dari kejadian kelam itu,
Bersama cahaya merah keemasan yang berbentuk lingkaran.
Karena kejadian kelam itu nyaris membuat ku mati.
Komentar
Posting Komentar