BUNGA YANG HILANG

Pria tinggi berkulit putih yang sedang duduk disebuah bangku taman tiba-tiba tersenyum sendiri melihat handpohe berlayar sentuh yang ia pegang, seperti seseorang yang sedang merasakan jatuh cinta.
Tinggi badan pria itu kira-kira 174cm, Pria itu bernama Azka Al-Ghifahri.
Ia seorang remaja yang penyendiri dan tidak mudah bergaul.
Namun dibalik itu semua ternyata Azka sedang mengagumi sosok seorang wanita dari kejauhan dan bahkan sama sekali belum pernah ia pandang.
Terkadang cinta memang kerap datang menghampiri siapapun tanpa memperdulikan kepribadian seseorang itu seperti apa.
Dan aneh nya Azka juga belum kenal dengan wanita itu.
Sosok wanita tersebut adalah Anissa Azahra, seorang wanita yang belakangan ini sudah membuat hati Azka berbunga-bunga.
Awalnya Azka dan Anissa memang tak saling mengenal, Anissa yang mulanya kerap menyukai status-status Azka dikronologi facebook nya, Azka pun mencoba untuk memberani kan diri menyapa nya melalui pesan difacebook.
"Terimakasih ya sudah sering menyukai status-status ku"
Ucap Azka dengan mengirm sebuah emoticon animasi senyum.
Tidak lama berselang Anissa langsung membalas pesan Azka .
"Iya sama-sama, salam kenal ya hehe"
Balas Anissa, yang juga mengirim emoticon yang sama.
"Iya salam kenal juga hehe"
Jawab Azka.
Mulai sejak itu mereka saling menyapa melalui jejaring sosial Facebook, saling bertanya-tanya, kemudian mereka saling tukar nomer handphone.
Pendekatan mereka dari hari kehari semakin baik, jadi lebih dekat dan akrab, Azka dan Anissa kenal memang tidak secara langsung mereka kenal melalui dunia maya.
Sampai akhir nya Azka dan Anissa dekat tapi tidak sedekat layaknya orang pacaran Anissa begitu baik kepada Azka dan bisa selalu membuat Azka bahagia,
Azka merasa bahagia bisa mengenal dan dekat dengan Anissa. Azka pun berharap perkenalan nya dengan Anissa tidak hanya sebatas teman melainkan bisa lebih.
Setelah hampir 2 bulan lebih Azka dan Anissa saling kenal dekat ternyata semua harapan itu terwujud,
Azka memberanikan diri untuk mengungkap kan isi hati nya kepada Anissa melalu handphone dan ternyata Anissa pun merespon nya, betapa bahagia nya Azka kala itu karena semua harapan yang selama ini ia inginkan akhirnya terwujud.
Azka dan Anissa pun akhirnya saling memadu kasih dan mereka memutuskan untuk saling bertemu,
Walaupun awal nya Azka agak sedikit ragu dan tidak percaya diri karena takut Anissa tidak bisa menerima segala kekurangan nya, tapi Anissa selalu meyakin kan Azka hingga akhirnya ia pun percaya diri.
Tepat dimalam minggu Azka menjumpai Anissa dengan menumpangi kendaraan umum Transportasi Jakarta (Busway), karena pada saat itu Azka belum mempunyai kendaraan pribadi, Anissa pun saat itu tinggal di wilayah Jakarta Pusat tepat nya di Sawah Besar.
Dan pada saat Azka tiba di Halte Sawah Besar ternyata Anissa sudah menunggunya.
Malam pertama mereka berjumpa Anissa begitu anggun dan cantik dengan rambut yang digerai dan kemeja putih yang sangat mempesona, Azka pun langsung memandang nya tanpa mengedipkan mata sekalipun.
"Anissa, kau bagaikan bidadari yang turun dari kayangan".
Ujar isi hati nya Azka.
Anissa pun menghampiri Azka .
"Hai Azka".
Sapa Anissa.
"Ehmm, ehmm.. Hai juga Anissa".
Jawab Azka yang agak grogi.
"Mau pergi kemana kita malam ini?".
Tanya Anissa sambil tersenyum.
Seketika Azka terdiam karena bingung untuk menjawab tanya dari Anissa.
"Hmm, bagaimana kalau kita main diKota Tua saja, lebih dekat juga kan dari sini".
Jawab Azka dengan spontan.
"Yasudah kalau begitu aku ikut kamu saja".
Balas Anissa dengan senyum manisnya.
Lalu Azka mencoba memberanikan diri untuk memegang tangan Anissa walau sebenarnya ia takut dan agak grogi
Hingga akhirnya mereka pun saling berpegang tangan sepanjang jalan, saling bercanda dibawa terang nya kelip bintang keramaian kota.
"Aku bahagia malam ini bisa ketemu dan jalan bareng dengan kamu"
Ujar Azka sambil tersenyum memandang Anissa.
"Aku juga senang bisa ketemu sama kamu Azka"
Balas Anissa dengan senyum manis nya.
Setelah berjalan-jalan keliling Wisata Kota Tua, ia duduk di depan sebuah Museum Wayang.
Tidak lama mereka berdua duduk Azka kembali berdiri dan menuju ke seseorang penjual air minum.
"Kamu tunggu disini sebentar ya"
"Kamu mau kemana?"
"Aku ingin membeli air minum, kamu pasti haus kan?"
"Hehe kamu tau saja kalau aku haus"
Seraya Azka berjalan Anissa meninggalkan senyum manis diwajahnya sambil menatap Azka.
"Ini Anissa minum nya"
"Makasih ya Azka"
"Iya sama-sama Anissa"
Setelah ia asik mengobrol dan tertawa bersama sampai tak terasa waktu pun sudah hampir larut malam, lalu mereka berdua memutuskan untuk segera pulang.
"Anissa, waktu sudah hampir larut malam sebaiknya kita pulang dulu yah"
"Yasudah kalau begitu, aku juga tidak boleh pulang terlalu malam oleh Ibu"
"Baiklah kalau begitu salam untuk Ibu dan Ayah mu dirumah ya, malam ini aku sangat bahagia bertemu dengan mu"
"Iya Azka nanti akan aku sampaikan kepada mereka, aku juga bahagia bisa bertemu sama kamu"
Anissa pun mengantar Azka menuju Halte Bus Transportasi Jakarta, sepanjang jalan Azka selalu menggenggam tangan Anissa dengan erat seolah tidak ingin melepaskan nya.
Setelah sampai di Halte Bus Azka pun masih tetap mengenggam tanganya, dan pada akhirnya Azka melepaskan genggaman nya itu dengan terpaksa.
"Aku pulang ya Anissa, terimakasih untuk malam ini"
"Iyah Azka, kamu hati-hati dijalan ya sampai bertemu lagi"
Senyum manis pun tergambar dari wajah Anissa sambil melambaikan tangan, Azka pun pulang.
Malam pertama saat berjumpa memberikan kesan yang sangat bahagia bagi Azka.
Namun setelah 1 Minggu berselang Azka dan Anissa tidak bisa bertemu kembali karena kondisi Azka sedang kurang sehat, padahal malam itu Anissa sangat berharap bisa bertemu kembali dengan Azka dan akhirnya mereka hanya bisa melepas rindu melalui handphone.
"Azka, gimana kondisi kesehatan kamu? Lekas sembuh ya, aku kangen"
Pesan Anissa.
"Aku baik-baik saja kok, kamu tidak usah khawatir aku hanya kecapeaan saja minggu besok kita pasti bisa ketemu lagi aku janji"
Jawab Azka membalas pesan Anissa.
"Janji ya?"
"Iya Anissa aku janji".
                    "15 - Juni - 2013"
Setelah 1 minggu Azka sakit dan tidak bisa berjumpa dengan Anissa, minggu berikutnya mereka kembali berjumpa.

Minggu ini adalah minggu yang spesial karena Anissa baru saja bertambah usia, usia nya kala itu beranjak 16 tahun dia duduk dibangku kelas 2 SMK Negeri. 
Meski usia nya masih terbilang muda namun sudah tidak asing lagi melihat anak muda seusia nya berpacaran.
Dan akhirnya mereka pun bertemu kembali dikeramaikan kota lalu Azka memutuskan untuk masuk kedalam salah satu toko mini market membeli sedikit makanan ringan serta air minum,
Sampai akhirnya Anissa memutuskan untuk mengajak Azka bermain didekat rumah nya.
"Azka bagaimana kalau kita main disekitar daerah rumah ku saja"
Ujar Anissa.
"Hmm yasudah kalau begitu"
Jawab Azka.
Ketika pada saat dijalan Azka teringat kala itu Anissa pernah bilang kepadanya, Anissa ingin membeli tas baru tapi uang yang terkumpul belum cukup, Azka pun kembali bertanya kepada Anissa .
"Kamu sudah beli tas baru?"
Ujar Azka.
"Belum Az, kenapa memang nya?"
Jawab Anissa.
"Aku ada beberapa uang nih, siapa tau cukup untuk membeli tas yang kamu mau"
Balas Azka sambil memberikan uang kepada Anissa.
"Tidak usah Azka terimakasih, aku bisa beli sendiri kok nanti"
"Gapapa pegang saja, anggap saja ini kado ulang tahun dari aku, kalau aku yg membelikan tas nya kan aku tidak tau tas seperti apa yg kamu mau"
Balas Azka agar Anissa mau menerima uang itu.
"Tapi aku takut Az"
"Ga usah khawatir aku ikhlas kok, sudah terima saja aku bukan orang asing lagi dihati kamu".
Azka kembali mencoba menyakinkan Anissa, dan akhirnya Anissa pun menerima uang itu.
"Makasih yah Azka"
Senyum manis kembali tergambar dari wajah Anissa .
"Iya sama-sama Anissa, aku mau bicara sesuatu boleh?”
Balas Azka yg juga tersenyum, sambil bertanya.
“Iya boleh kok, kamu mau bicara apa?”
"Sebelum nya aku minta maaf yah aku belum bisa bahagiain kamu seperti orang-orang pacaran yg lain, ga bisa ajak kamu jalan-jalan ketempat-tempat yang indah, yang romantis dan juga yang kamu mau. Tapi aku janji suatu hari nanti kalau aku sudah punya kendaraaan aku pasti bakal ajak kamu main kemana pun yg kamu mau".
Lalu Azka menggenggam tangan Anissa  dengan erat, Anissa pun bersandar dibahu nya.
"Kamu tidak usah berbicara seperti itu, dengan adanya kamu dihidup aku itu sudah lebih dari cukup buat aku bahagia dan aku mencintai kamu apa adanya Azka".
Jawab Anissa dengan nada suara yang sangat rendah.
Setelah mereka berdua berbincang sepanjang jalan akhirnya sampai juga didekat rumah Anissa, disana Azka langsung bertemu dengan teman-teman Anissa.
"Cieee Anissa sama siapa tuh"
Ledek Rizki dan juga Nadya kepada Anissa .
"Iya kenalin ini Azka hehe"
Jawab Anissa sambil sersipu malu.
"Oh ini Azka"
Ucap Rizki.
"Iya gua Azka salam kenal ya"
Balas Azka sambil berjabat tangan.
"Iya salam kenal juga"
Jawab Rizki dengan senyum.
"Kaya nya abis dari Sevel tuh, kaya anak gaul main nya sevel"
Nadya kembali meledek Anissa .
"Iya nih tadi Azka yang bayarin, nih dimakanin aja gapapa"
Jawab Anissa sambil memberi bungkusan yang dipegang nya kepada Nadya.
Nadya dan Rizki adalah salah satu sahabat Anissa mereka berdua juga berpacaran dan sudah cukup lama.
Tidak lama berselang datang  1 orang wanita entah itu siapa, dengan postur tubuh badan yang begitu tinggi, rambut nya panjang, dan tatapan yang fokus datang menghampiri mereka .
"Asikk yang ulang tahun abis jalan sama pacarnya ya".
Ledek berikutnya datang kembali dari seseorang wanita yang bertubuh tinggi tadi.
"Bisa aja nih ka Rida"
Balas Anissa dengan malu.
"Ehh tapi muka kalian berdua mirip tau, jangan-jangan jodoh".
"Amin, semoga aja ya".
Jawab Azka dan juga Anissa .
“Ciee jawab nya barengan tuh”
Wanita tinggi itu kembali meledek mereka berdua.
Ternyata wanita yang memiliki tubuh tinggi itu bernama Rida, yang juga teman main Anissa dirumah nya.
Setelah berbincang-bincang dan kumpul bersama, akhirnya Azka memutuskan untuk pulang karena waktu sudah larut malam.
Kala itu Azka pulang dengan kendaraan umum Kopaja, kendaraan umum yang menyerupai Bus yang biasa berlalu lalang dikota Jakarta.
Anissa pun menemani Azka menunggu Kopaja datang, Anissa memegang tangan Azka dengan begitu erat. Entah ia masih rindu atau ia masih ingin tetap bersama Azka.
Tak lama kemudian Kopaja pun datang dan tiba-tiba Azka mencium kening Anissa .
"Aku pulang yah"
Ucap Azka dengan tersenyum.
Seketika Anissa terdiam, dengan pipi yang memerah. Tak lama ia pun langsung menjawab ucapan Azka.
"Hati-hati dijalan ya Azka, sampai ketemu lagi"
Balas Anissa dengan senyum sambil melambaikan tangan.
"Iya sayang"
Teriak Azka dari pintu kopaja.
Lalu Azka masuk ke dalam Kopaja selama diperjalanan Azka selalu mengirim pesan kepada Anissa melalui handphone hingga sampai dirumah.
Setelah sampai dirumah Azka langsung memasuki kamar dan terbaring ditempat tidur ia pun memejamkan mata dan tertidur sangat pulas.
Seiring berjalan nya waktu Azka begitu yakin dengan Anissa, Azka begitu menyayanginya.
Azka dan Anissa seperti dua insan yang sedang dimabuk asmara seakan dunia ini hanya milik mereka berdua ,
Hari demi hari pun telah mereka lewati bersama, setiap bulan dimana tanggal mereka jadian mereka tidak lupa selalu mengucapkan Anniversary.
2013 pun sudah berlalu, tahun yang penuh kebahagiaan dan keindahan.
Kini memasuki tahun 2014, tahun yang penuh harapan bagi Azka dan Anissa.
Ditahun ini Anissa berpindah rumah, dikawasan Jakarta Barat.
Dan dikemudian hari Azka mencoba bermain dirumah yang baru saja Anissa tempati, namun entah kenapa hari itu menjadi hari yang sangat tidak membahagiakan untuk Azka.
Setelah sampai Azka dirumah baru Anissa ia langsung disambut oleh ibu dan juga keluarga Anissa dirumah, sayang Ayah nya pada saat itu belum pulang kerja.
Azka begitu senang bisa berkumpul bersama dengan keluarga Anissa,
Lalu Anissa mengajak Azka untuk bermain dikamar nya.
“Kita keatas yu kita ngobrol-ngobrol dikamar aku”
“Yasudah kalau gitu”
Anissa langsung menarik tangan Azka menuju keatas kamarnya.
“Ini kamar baru ku, bagus ga?”
Tanya Anissa kepada Azka.
“Bagus kok, rapih aku suka”
“Makasih ya hehe, kamu tunggu sebentar ya aku mau kekamar mandi dulu sebentar”
“Oh yasudah”
Ketika Anissa sedang dikamar mandi Handphone nya berbunyi, Azka pun langsung melihat nya dan tidak sengaja untuk mengangkatnya.
“Hallo, maaf ya ini gua cowo nya Anissa tunggu sebentar Anissa nya lagi ditoilet”
Ujar Azka kepada sih penelpon.
“Oh sory ya udah ganggu, gua pikir Anissa belum punya cowo kebetulan gua juga lagi deket sama dia”
Jawab sih penelpon.
“Emang lo siapa?”
Tanya Azka kepada sih penelpon.
“Gua Roby temen deket nya Anissa”
Tak lama Anissa pun datang dan melihat Azka sedang berbicara dengan seseorang dihandphone nya, dengan begitu terkejud Anissa langsung merampas handphone nya dari genggaman Azka.
“Aku kira selama ini kamu memang benar-benar sayang dan cinta sama aku, tapi?”
Tegur Azka kepada Anissa.
“Kamu jangan marah dulu, dengerin aku dulu Azka”
Jawab Anissa sambil memegang tangan Azka.
“Udah gada yang perlu dijelasin lagi semua nya udah jelas, aku ga habis pikir kamu tega bohongin aku dengan simpan nomer cowo pakai nama cewe, aku kecewa sama kamu!”
Azka langsung keluar dari rumah Anissa, tapi Anissa mencoba mengejarnya.
“Azka, tunggu Az”
Ucap Anissa sambil berlari mengejar Azka namun Azka seperti tidak menghiraukan nya tetapi Anissa masih tetap terus mengejarnya.
“Azka tunggu jangan tinggalin aku, aku tau aku salah tapi aku mohon jangan tinggalin aku. Aku gamau kamu pergi”
Anissa kembali berucap dihadapan Azka sambil meneteskan air mata.
"Wanita yang selama ini selalu aku bangga-bangga kan dan sangat aku cintai pada akhirnya malah membuat aku kecewa".
Ujar Azka dengan sangat kesal.
"Aku tau aku salah, aku udah jahat sama kamu tapi please aku mohon sama kamu jangan tinggalin aku kasih aku kesempatan untuk memperbaiki ini semua, aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu Azka".
Jawab Anissa yang masih meneteskan air mata.
“Kalau memang kamu benar-benar cinta dan sayang sama aku, kenapa kamu lakuin ini semua”
Balas Azka yang masih agak kesal.
"Iya aku tau aku salah aku minta maaf, tolong maafin aku Azka".
Anissa memegang tangan Azka dengan erat.
"Sudalah aku pamit pulang, mulai besok aku bakal ganti nomer handphone".
Pegangan tangan Anissa dilepaskan oleh Azka.
"Jangan Azka, jangan! Tolong maafin aku, aku sayang sama kamu tolong jangan tinggalin aku".
Anissa terus memohon agar Azka mau memaafkan nya,
Namun Azka pun memutuskan untuk tetap pulang, dan meninggal kan Anissa dengan derai air mata yang masih membasahi pipi nya.
Tidak berhenti sampai disitu Anissa selalu mencoba meminta maaf kepada Azka melalui sms dan pesan difacebook,
Meskipun tidak mendapat balasan dari Azka, Anissa tetap berusaha untuk tetap bisa kembali menjalin hubungan kepada Azka
Dan hingga akhirnya karena kesabaran dan rasa sayang yang begitu besar Azka mencoba memaafkan nya dan selalu berusaha membuat Anissa agar menjadi lebih baik lagi.
Susah senang mereka selalu bersama, tawa canda dan air mata tidak pernah terlewatkan dalam perjalanan cinta mereka, janji demi janji selalu di rangkai agar tak 1 pun keyakinan dalam diri mereka sirna .
Azka pun pernah beberapa kali mengajak Anissa untuk bermain kerumahnya dan mengenalkan Anissa kepada orang tuanya.
Azka dan Anissa memang sudah sama-sama saling mengenal keluarga 1 sama lain, keluarga Anissa begitu baik dan terbuka kepada Azka. Seakan Azka seperti orang lama dikeluarga itu, Azka menganggap Ayah dan Ibu nya sudah seperti orang tua nya sendiri karena Azka merasa nyaman didalam kehangatan keluarganya.
Keesokan hari nya Azka bermain kembali dirumah Anissa,
Saat itu Azka sedang asik bercanda dengan Anissa dikamar tiba-tiba terdengar suara langkah kaki dari tangga. Entah itu siapa yang datang!
Tak
Tak
Tak
Tak
Tak
Tak
Tak ...
"Oh ada Azka rupa nya, ayah baru saja pulang kerja ".
Sapa ayah nya Anissa , Mr.Yahya.
Azka pun langsung menghampiri dan mencium tangan nya.
"Iya ayah baru aja dateng, hehe.. Pulangnya sampai malam gini ayah?"
Jawab Azka.
"Iya tadi kerjaan ayah lagi banyak banget, yaudah kalo gitu ayah mau bersih-bersih dan istirahat dulu yah, tolong jagain anak ayah
"Iya Ayah itu pasti"
Balas Azka dengan senyum.
Semenjak saat ayah Anissa berbicara seperti itu itu Azka jadi sangat berhati-hati dan lebih serius dalam menjaga hubungan nya dengan Anissa .
Walaupun terkadang Azka masih suka membuat Anissa meneteskan air mata. Tapi sering kali juga Azka merasa bersalah kepada diri nya sendiri ,
Bagi Azka Anissa adalah wanita yang begitu berarti dalam hidup nya, kekurangan dalam diri Anissa selalu diterima oleh Azka dan dilengkapinya.
Setiap malam minggu tiba Azka dan Anissa selalu bertemu, dimana malamnya anak-anak remaja meluangkan waktu dengan pasangan nya. 
Azka pun mencoba untuk tidak menyia-yiakan waktu itu ia berusaha membuat Anissa nyaman berada disisi nya ,
Dan sering kali Azka bersama Anissa makan sepiring berdua, saling suap menyuap, minum sebotol air putih pun berdua .
Hubungan yang Azka lalui dengan Anissa memang begitu sederhana, hampir keseharian mereka berdua selalu dihabiskan bersama.
Hingga suatu hari Anissa pernah mendapat tugas PKL dari sekolahnya, namun tempat PKL yang Anissa dapat begitu jauh dari rumah nya, tapi untung nya dekat dengan rumah Azka.
Saat itu Anissa mendapat tugas PKL disalah satu pasar Swalayan karena ia masuk disalah satu sekolah SMKN ia juga mengambil jurusan Pemasaran,
Setiap kali Anissa pulang PKL Azka yang selalu menjemputnya dikala Anissa harus pulang malam, Jika Azka telat menjemput pasti Anissa selalu ketakutan dan marah kepada Azka dan Anissa pun jadi cuek kepada Azka.
"Maaf ya aku jemputnya agak lama"
Ucap Azka kepada Anissa .
"Aku dari tadi nunggu tau ini tuh udah malam udah jam 10:45, kalo aku diapa-apain sama orang gimana?"
Jawab Anissa dengan raut wajah yang agak kesal.
"Iya-iya aku minta maaf tadi kendaraan nya abis dipakai sama ayah aku, yauda ayuk sekarang kita pulang"
Anissa pun naik kemotor, dengan raut wajah yang sangat jutek, selama diperjalanan Anissa selalu diam karena masih kesal dengan Azka. Tapi Azka mencoba berulang kali meminta maaf sampai akhirnya Anissa pun memaafkan juga walaupun dengan raut wajah yang sedikit jutek.
Dan dimalam selanjutnya Azka pun kembali menjemput Anissa namun kala itu cuaca sangat tidak bersahabat, malam itu langit sangat gelap gulita tak ada satu pun bintang yang menerangi. Dan akhirnya hujan pun turun dengan deras.
Sebagian orang yang bekendara menepi di pinggir jalan mencari tempat yang teduh untuk berlindung dari rintik hujan.
Namun tidak dengan Azka ia tetap menjemput Anissa dengan memakai jas hujan yang ala kadarnya.
Bisa dibilang sudah tidak layak pakai.
Setelah sampai Azka pun langsung menghampiri Anissa yang sedang berteduh bersama teman-teman nya,
Anissa begitu terkejut melihat Azka kehujanan.
Namun Azka melakukan itu semua karena tidak ingin mengulangi hal seperti kemarin Azka tidak ingin Anissa marah lagi kepadanya, Azka pun harus tepat waktu menjemput Anissa,
Akhirnya mereka begegas pulang saat hujan sudah redah.
Namun ketika dipertengahan jalan hujan kembali deras mereka pun hujan-hujannan dijalan karena terburu-buru akhirnya pakaian mereka berdua basah terkena air hujan dijalan .
Azka sempat berkata kepada Anissa saat dijalan.
"Maafin aku ya aku belum ada kendaraan pribadi jadi kita mau gamau harus terburu-buru seperti ini"
"Iya gapapa kok aku ngerti"
Jawab Anissa .
Dengan suara yang terdengar ditelinga Azka seperti orang menangis, Anissa memeluk tubuh Azka dengan begitu erat.
Setelah sampai dirumah Anissa, pakaian Azka dan Anissa basah. Ibu nya Anissa pun terkejut dan langsung menyuruh Anissa untuk mengganti pakaian nya lalu membuatkan Azka secangkir teh hangat sambil menunggu hujan redah mereka berdua duduk dibawah ditangga,
Anissa pun bersandar dibahu Azka, namun hujan belum kunjung henti .
Akhirnya Azka memaksakan diri untuk tetap pulang padahal Ibu nya Anissa mengijinkan Azka untuk menginap, tapi Azka tetap memutuskan untuk pulang dengan hujan yang begitu deras .
“Sebelum Azka pulang Ibu ada Jas hujan nih masih baru, kamu pakai aja ya?”
Ucap Ibunda Anissa kepada Azka.
“Terimakasih banyak ya bu”
Balas Azka sambil mencium tangan Ibunda Anissa.
Anissa lalu menghampiri Azka.
“Kamu hati-hati dijalan ya Azka, jangan kencang-kencang bawa motor nya makasih kamu udah rela jemput aku sampe hujan-hujanan kaya gini. Aku sayang banget sama kamu”
“Iya gapapa kok, aku lakuin ini semua karena aku juga sayang sama kamu, aku pamit pulang ya Anissa”
“Iya hati-hati dijalan ya Azka”
Setelah berpamitan Azka pun pulang.
Sesekali Azka terjebak banjir di depan Universitas Trisakti, kira-kira kedalaman banjir itu sampai sebetis orang dewasa karena hujan yang begitu deras mengguyur Kota Jakarta tak henti-henti.
Perjuangan Azka untuk selalu bisa membuat Anissa bahagia itu tidak pernah henti, walaupun terkadang Anissa tidak pernah menyadari akan hal itu.
Dan dikemudian hari sakit yang di derita Azka kambuh kembali selama satu bulan Azka tidak berjumpa dengan Anissa rindu sangat rindu, berharap Anissa bisa datang menjenguk dan ada disamping nya menemani ia disaat sedang sakit namun Anissa tak kunjung datang .
Azka mengidap penyakit Pneumonia  sejak ia masih berusia 5th, Pneumonia itu sendiri adalah kondisi inflamasi pada paru-paru yang utamanya mempengaruhi kantung-kantung udara mikroskopik yang dikenal sebagain Alveolus, kondisi ini biasanya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri.
Azka pun sudah sering sekali periksa kerumah sakit untuk mengetahui kelanjutan dari penyakitnya namun penyakit nya belum juga sembuh sampai saat ini,
Dan setelah Azka kembali cek kedokter ternyata dia juga menderita Diabetes.
Padahal saat itu usia Azka masih sangat muda ia baru saja berusia 18tahun, berat badanpun tidak pernah naik hanya 49kilogram, untuk seorang laki-laki pada umum nya berat badan seperti itu terbilang sangat kurus.
Dan ternyata penyakit Diabetes nya itu adalah penyakit keturunan dari kakek nya yang juga mengidap penyakit yang sama.
Azka hanya bisa selalu berdoa dan bersabar agar selalu diberi kesembuhan dan kesehatan kembali,
Sampai akhirnya azka hanya mendapatkan perhatiaan dari Anissa melalui handphone.
"Gimana kondisi kamu sekarang sudah agak baikan belum?"
Ujar Anissa melalui sms.
"Alhamdulilah sudah agak baikan kok"
Jawab Azka membalas sms Anissa .
"Oh syukur deh kalau gitu, kamu jaga kesehatan ya, jangan telat makan dan jangan lupa diminum obat nya. Aku kangen sama kamu"
"Iyaa Anissa itu pasti makasih yah. Aku juga kangen sama kamu..."
Azka selalu jujur kepada Anissa, tidak pernah ada yg ditutup-tutupi Anissa pun tau sakit yang diderita nya.
Keesokan nya setelah Azka sudah bisa terbangun dari tempat tidur, Azka langsung datang menemui Anissa dirumah nya karena rasa rindu.
Walaupun sebenarnya Azka belum sembuh total namun Azka sering kali tidak pernah perduli akan hal itu.
Akhirnya mereka pun berjumpa kembali, untuk saling melepas rindu.
Sudah hampir 2 tahun Azka menjalin kisah cinta dengan Anissa,
Namun hubungan mereka berdua tidak bertahan lama.
Ya, semua itu harus berakhir akibat kecerobohan dan kesalahan Azka sendiri, tapi saat itu Azka dan Anissa masih berhubungan baik.
Awal nya perhatian Anissa kepada Azka sudah tidak lagi seperti dulu Azka merasa mungkin Anissa sudah bosan kepadanya atau ada penyebab lain .
Dan saat hubungan mereka sudah mulai rentan tiba-tiba ada seorang wanita yang bernama Maya, dia mencoba mendekati Azka tapi Azka hanya menganggap nya sebatas teman tidak lebih,
Maya begitu perhatian kepada Azka, bahkan melebihi perhatiaan Anissa kepada Azka
dan lama kelamaan Azka menjadi merasa nyaman dengan Maya,
Namun Azka tidak ingin meninggalkan dan melupakan Anissa begitu saja yang sudah jauh lebih lama ia kenal bahkan kedua oratua mereka sudah sama-sama saling kenal dengan mereka.
Suatu ketika Azka pernah mencoba bertanya kepada Anissa melalui sms ,
"Anissa, ada yang mau aku tanyakan sama kamu"
"Kamu mau nanya apa?"
"Selama kita putus kamu sedang dekat dengan siapa sekarang?"
"Aku gak dekat dengan siapa-siapa kok cuma sama kamu aja, kamu sendiri?"
Awalnya Azka agak ragu untuk mebalas pertanyaan balik dari Anissa , tapi saat itu Azka harus jujur.
"Sebenarnya ada seorang wanita yang dekat dengan ku, tapi aku hanya menggapnya sebatas teman tidak lebih. Dia baik dan perhatiaan kepada ku"
Jujur Azka kepada Anissa .
"Oh gitu"
Balas Anissa .
Hanya pesan singkat yang didapat Azka dari Anissa , Entah Anissa merasa cemburu atau kecewa.
Pada saat itulah sifat dan sikap Anissa menjadi berubah kepada Azka.
Perlahan Anissa pun menjauh dari Azka, Azka pun tidak menyangka akan secepat ini semua kisah yang pernah mereka rangkai bersama harus berakhir dengan begitu cepat.
Azka selalu mencoba untuk bisa meluluhkan hatinya kembali, walaupun itu teramat sulit.
Dulu Anissa yang begitu sering mengecewakan Azka selalu dimaafkan karena kesabaran dan ketulusan Azka yang begitu besar untuk bisa tetap bertahan, namun ketika Azka mencoba jujur kepadanya dia pergi begitu saja dari kehidupan Azka .
Yah, memang jujur itu menyakitkan tapi itu juga untuk kebaikan.
Mungkin juga semua itu memang sudah menjadi jalan terbaik yang Anissa pilih, Azka mencoba menerima semuanya perlahan walau kadang sulit.
Anissa pernah mengungkapkan sesuatu dipesan Facebook Azka, dia mengirimkan sebuah gambar yg berisi kan kata-kata.
" Tidak ada perempuan yang ingin mengulang hubungan yang baru dengan laki-laki yang baru lagi ,
Belajar untuk merasa nyaman kembali ,
Memberikan pikiran dan jiwanya kepada laki-laki baru lagi, menceritakan rahasia, pikiran dan emosi pada laki-laki baru .
Bertemu dengan orang tua dan berharap diterima seperti hubungan sebelumnya. Melawan isu dan percaya kepada laki-laki lagi ,
Memberikan hati dan belajar mencintai sepenuh hati lagi. 
Itu mengapa perempuan bertahan dengan laki-laki yang pernah bersama nya, tidak perduli seberapa buruk itu karena laki-laki yang pernah bersamanya. Telah melewati semuanya bersama ".
Azka pun berpikir apa mungkin Anissa masih memendam rasa kepada nya dan tidak akan begitu cepat mencari pengganti nya.
Namun ternyata dugaan Azka salah,
Seiring berjalan nya waktu Anissa ternyata sudah mendapatkan kekasih yang baru. Tapi Azka selalu berusaha agar tidak begitu cepat dapat dilupakan oleh Anissa , Azka berharap masih ada sedikit cinta untuk nya didalam lubuk hati Anissa .
Terkadang Azka masih belum mengerti apa maksud dari ungkapan kata-kata yang dikirim oleh Anissa, sedang kan Anissa malah membuka hati kembali untuk laki-laki yang baru.
Azka menyadari memang berat rasanya untuk melewati semua itu tapi ia tetap yakin pasti akan selalu ada jalan baik dari semua kegagalan ini.
Janji serta impian yg dulu pernah mereka rangkai bersama kini semakin terkikis!
Azka hanya bisa bersabar dan terus berusaha berharap semoga hubungan nya dengan Anissa bisa dipersatukan kembali .
Sudah beberapa bulan Azka dan Anissa tidak berjumpa. Azka pun membuat sebuah puisi rindu untuk Anissa.
               " BUNGA YANG HILANG "
Ku telah mengenal mu jauh sebelum orang lain banyak melihat pesona keindahan mu
Ku mengenal mu saat kau hanya sebuah tangkai daun yang bertumpu, merambat seolah berharap pada ku agar kau bisa terlihat lebih indah
Kerap ku menemani mu mulai pagi datang sampai malam menjemput
Aku hanyalah sebuah pupuk yang setia menemani mu sampai tangkai mu berbuah menjadi mahkota bunga yang indah
Seiring waktu ku selalu setia mendampingi mu
Hingga sampai musim berganti kini mahkota mu telah menjadi mekar indah dan mempesona
Namun semua kebahagian itu tak bisa terlalu lama kurasakan
Kini aku hanya bisa menghawatirkan mu dan cemburu pada mu kala seekor lebah datang silih berganti menggoda mu
Seolah kau lupa dengan ku, aku lah yang telah membuat mu menjadi seperti sekarang ini
Aku lah yang menemani masa kelam mu hingga kau menjadi sosok yang anggun, indah dan mempesona
Kini nikmatilah masa ke emasan mu itu, karena proses nya tidak akan bertahan lama suatu saat kau akan kembali layu dan kembali menjadi sebuah tangkai daun yang bertumpuh
Ketika itu kau pasti akan membutuhkan ku kembali
Kasih, semoga kau bahagia dengan jalan yang kau tempuh maafkan aku jika aku tak pernah sempurah tuk memberimu kebahagiaan.
Azka  Al-Ghifari ...
                     "15 - Juni - 2014"
Tanggal yang Azka tunggu-tunggu tiba juga, dimana tepat ditanggal 15 juni ini Anissa berulang tahun,
Saat ini usia nya bertambah menjadi  17 tahun.
Azka mencoba datang kerumahnya dengan membawa kue ulang tahun dan seikat bunga mawar.
Walaupun Azka sudah tidak bersamanya lagi namun Azka selalu brusaha untuk mencoba meyakin kan Anissa kembali dan membuatnya tetap merasakan bahagia
Akhirnya Azka pun tiba dirumah Anissa .
“Asalamualikum...”
Ucap Azka didepan pintu rumah Anissa.
Tidak lama ibu nya yang membuka pintu.
“Waalaikum salam, ehh ada Azka apa kabar?”
Sapa ibunda Anissa.
“Hehe iya bu alhamdulilah baik, ibu sendiri gimana? Sehat kan bu?”
“Syukurlah kalau begitu ibu sehat selalu kok, kamu kemana aja udah lama ga main lagi kerumah?”
“Ga kemana-kemana kok bu, dirumah aja hehe... Oh iya Anissa nya ada dirumah bu?”
“Oh ada kok didalam kamu masuk dulu aja, nanti ibu panggil”
Setelah menunggu diruang tamu Anissa pun datang entah Anissa merasa senang atau tidak dengan kedatangan Azka kembali dirumah nya tapi yang Azka rasakan orangtua nya masih sangat begitu baik kepada Azka masih sama seperti dulu saat mereka masih pacaran.
“Selamat Ulang Tahun yah Anissa maaf hanya ini yang bisa aku kasih kekamu, semoga kamu suka”
Ujar Azka.
“Terimakasih banyak ya kamu udah mau datang ke rumah dan masih ingat sama hari ulang tahun aku, makasih juga untuk bunga mawar dan kue nya”
“Iya sama-sama Anissa”
“Gimana kabar kamu sekarang, sehat selalu ya”
“Alhamdulilah baik Anissa, insyallah aku sehat selalu, gimana kabar kamu sendiri?”
“Alhamdulilah aku juga baik kok”
“Syukurlah kalau begitu, oh iya semoga hubungan kamu dengan pacara kamu yang sekarang bisa jauh lebih baik dari hubungan kita yang dulu ya”
“Amin, terimakasih ya Azka”
“Sama-Sama Anissa”
Setelah mereka berdua ngobrol saling menanyakan kabar, tidak lama berselang teman-teman sekolah Anissa pun datang juga kerumahnya dengan membawakan kejutan untuk Anissa.
"Asalamualikum"
Ucap Syifa teman dekat disekolah Anissa .
"Waalaikumsalam, ehh ada teman-teman nya Anissa yah"
Jawab Ibu nya Anissa sambil tersenyum.
"Iya nih bu, Anissa nya ada?"
Tanya ike salah 1 teman dekat nya Anissa juga.
"Bentar yah Ibu panggil dulu. Anissa , Anissa ...Ada teman sekolah kamu nih datang"
Teriakan ibu nya memanggil Anissa .
Tidak lama Anissa dan Azka pun datang menghampiri mereka.
"Haaai... Syifa, Ike, Ogi, Iyus, sini-sini masuk"
Sapa Anissa dengan begitu senang.
Syifa dan Ike adalah teman dekat Anissa disekolah, dan Ogi adalah kekasih nya Syifa, begitu pun dengan Ike dan Iyus dia berdua juga berpacaran.
"Ehh ada ka Azka juga rupanya"
Ucap Syifa.
"Iya, hehe"
Balas Azka sambil tertawa.
"Ka, hehe"
Sapa Ike kepada Azka.
"Udah lama Az?"
Tanya Ogi kepada Azka.
"Ya, lumayan lah gi hehe"
Jawab Azka.
"Ayuu sini masuk kekamar gue aja yuu diatas"
Ajakan Anissa kepada teman-teman nya.
Saat itu Azka cukup senang melihat Anissa bercanda dan tertawa bersama teman-teman nya, walaupun sejujurnya dalam hati Azka ingin sekali memeluk nya sejenak untuk melepaskan kerinduan, namun melihat Anissa tersenyum itu sudah lebih dari cukup buat Azka bahagia.
"Ehh Anissa ada kue nih dari sih......?"
Ujar Ike belum selesai ia berbicara ia langsung berbisik ditelinga Anissa .
"Bilangin makasih yah, kasian cuma kue nya aja yg bisa datang"
Balas Anissa kepada Ike.
Azka sebenarnya menyadari siapa yang dimaksud oleh Ike, tapi mungkin Ike hanya ingin lebih menghargai perasaan Azka saja karena dia tau bahwa Azka masih mencintai Anissa walaupun kini Anissa sudah memiliki kekasih yang baru.
"Anissa , Azka suapin tuh kue nya dia juga mau kali?"
Tegur Iyus.
"Kamu mau?"
Tanya Anissa kepada Azka sambil memegang kue.
"Tidak terimakasih"
Jawab Azka dengan suara yang rendah.
Tidak lama Ogi dan Syifa tiba-tiba turun kebawah
Ternyata mereka berdua merencanakan sesuatu untuk memberikan kejutan kepada Anissa, Ogi dan Syifa membeli 2 buah telur dan tepung untuk memecahkan nya di kepala Anissa .
“Nissa, kita ngobrol dibawa aja yuk kayanya lebih enak”
Ujar Ike yang ternyata coba menjebak Anissa agar kejutan nya berhasil.
“Oh yaudah kalau gitu, Azka ayuk kita ngobrol dibawah saja”
“Iya Anissa"
Anissa pun keluar dari kamar nya karena ajakan dari Ike, dan tidak lama kemudiaan.
Ceploook!!!
Telur pertama dari Syifa mendarat dikepala Anissa .
"Happy Birthday Anissa, hehe"
Ucap Syifa sambil tertawa.
"Aaaa Syifa parah deh"
Rengek Anissa sekaligus terkejut.
Ceploook!!!
Terlur berikutnya mendarat kembali dikepala Anissa beserta dengan tepung.
"Aaaaaa....Ogi!"
Teriakan Anissa yang kembali terkejut.
Tidak lama Adik dan Ibu nya Anissa pun keluar melihat Anissa yang sudah belepotan karena telur dan tepung , sayang nya malam itu Ayah Anissa sedang tidak berada dirumah.
"Hahaha kaka"
Tawa Indah yang melihat kaka nya sudah belepotan telur dan tepung.
"Jahat deh, masa gue harus mandi sih malem-malem"
Rengek Anissa kembali kepada teman-teman nya.
"Tuh minta temenin sama Azka mandi nya hehehe"
Ledek Syifa.
Disaat itu Azka hanya terdiam diri sambil tersenyum melihat Anissa yang sudah belumuran telur dan tepung dikepala dan tubuh nya, Azka sama sekali tidak banyak bicara malam itu.
Tidak lama kemudian teman-teman Anissa pun pamit pulang.
“Nissa gue balik yah”
Ucap Ike.
“Iya Niss gue juga balik yah, sory udah bikin lu mandi malem-malem hehehe”
Ujar Syifa.
“Iya gapapa kok thanks banget kalian udah mau dateng, Ogi dan Iyus makasih juga yah”
Balas Anissa.
“Iya sama-sama Nissa”
Jawab Ogi dan Iyus.
Setelah teman-teman Anissa pulang tapi Azka masih berada dirumah Anissa menemani Anissa membersihkan sisa-sisa tepung dan telur yang berjatuhan belakang rumah nya kemudian setelah selesai dan bersih-bersih Azka pun langsung pamit kepada Ibu nya Anissa.
“Ibu saya pamit pulang dulu ya maaf sudah merepotkan mengganggu malam-malam”
“Iya gapapa kok Azka malah Ibu senang kamu dan juga teman-teman Anissa mau datang kerumah dan kasih kejutan buat Anissa, Ibu ucapin terimakasih ya semoga kamu sehat selalu ya”
“Iya bu sama-sama, terimakasih untuk doa nya semoga Ibu dan keluarga juga dselalu diberi kesehatan”
Lalu  Anissa pun mengucapkan terimakasih kepada Azka.
“Aku juga mau ucapin banyak terimakasih sama kamu, maaf kalau dulu aku pernah punya salah sama kamu, sehat selalu ya jodoh ga akan kemana kok”
“Iya Anissa sama-sama, kita sama-sama pernah berbuat salah dimasa lalu tapi aku udah coba buat memafkan semuanya, aku hanya ingin melihat kamu lebih bahagia, yah semoga saja kita jodoh suatu saat nanti. Aku pamit pulang ya”
“Amin, baiklah Azka kamu hati-hati dijalan yah”
“Iya Anissa”
Azka pun akhirnya pulang, malam itu Azka merasa sedikit bahagia karena bisa sejenak melepas kerinduan nya.
Setelah ia sampai dirumah ia langsung melihat handphone dan membuka akun Facebook nya, ternyata Anissa langsung menuliskan ungkapan terimakasih kepada Azka dan teman-teman nya dijejaring sosial Facebook, Dan tidak ketinggal juga Anissa menyebut nama kekasih baru nya walaupun malam itu dia tidak datang.
Terkadang Azka masih belum bisa terima Anissa menjadi milik orang lain namun Azka harus mencoba mengikhlaskan semuanya.
Sebuah kisah kecil dari perjalanan hidup mereka, kisah tentang hati kehati saling berbagi namun tidak saling memiliki.
Kini Azka hanya bisa melihat Anissa melalui jejaring sosial, dan Azka mencoba melihat Twitter Anissa ternyata Anissa pun sudah sangat bahagia bersama kekasih baru nya.
Azka mencoba untuk tetap besabar dan berusaha untuk ikut merasakan bahagia walaupun sebenarnya hatinya sakit, karena walau begitu singkat kisah yang mereka lalui tapi Anissa telah membuat banyak hal yang sulit untuk Azka lupakan.
Terkadang Azka sekaring kali mencoba untuk menjauh dari semuanya namun sulit rasanya untuk ia lewati.
Kesendirian yang ia rasakan saat itu hanya mengantarkan nya dalam kesepian yang akhirnya berujung pada kesedihan
8 bulan berlalu Azka dan Anissa sudah tidak saling memberikan kabar, layaknya seperti orang yang tidak saling mengenal padahal Azka sangat menantikan kabar dari Anissa .
Azka mencoba mencari tau keadaan Anissa melalui Twitter dan ternyata Anissa sudah tidak bersama kekasih nya yang dulu.
Azka selalu berharap Anissa bisa bahagia walau sudah tak bersamanya lagi dan masih ada sedikit cinta untuk nya.
11 Bulan kemudian Azka mencoba mengirim pesan kepada Anissa lewat Facebook.
"Happy Anniv Failed yg ke 3tahun yah Anissa"
Selang beberapa hari kemudian Anissa membalas.
"Iya Az, kamu masih ingat aja"
Balas Azka.
" Aku tidak pernah lupa Anissa "
Jawab Azka.
Pesan terakhir yang dikirim Azka tidak dibalas kembali oleh Anissa , kini Anissa sudah semakin jauh darinya namun tidak sampai disitu Azka mencoba melihat akun Twitter Anissa kembali dan ternyata Anissa sudah memiliki kekasih baru,
Semakin jauh harapan Azka untuk bisa mendapatkan hati Anissa kembali .
                      "15 - Juni - 2015"
Hari itu adalah hari ulang tahun Anissa , yang ke 18 tahun Azka mencoba menitipkan kado melalui sepupu nya yang bernama Yuli tanpa sepengetahuan Anissa .
Selama 3 tahun Azka tidak pernah lupa memberikan sesuatu untuk Anissa distiap hari ulang tahun nya, walaupun kisah cinta nya sudah berlalu.
Dan Azka langsung mencoba mengrim pesan kepada sepupu Anissa lewat facebook.
"Yuli?"
Tegur Azka.
"Iya, kenapa?"
Balas Yuli.
"Boleh minta nomer telepon nya ga?"
"Buat apa?"
"Engga, gua cuma mau titip kado buat Anissa nih. Boleh kan?"
"Oh boleh kok, nih nomer gue 0898xxxx"
"Oke makasih yah Yul"
"Iya sama-sama"
Azka langsung mencatat nomer Yuli ,
Dan akhirnya Azka pun menuju kerumah Anissa .
Setelah sampai disana
Azka mencoba menghubungi Yuli kembali,
Yuli pun keluar dari sebuah gang kecil Azka sudah menunggunya sendiri.
"Azka ya?"
Ujar Yuli sambil menujuk kearah Azka.
"Iya yul, nih gua mau titip kado buat Anissa ga keberatan kan?
Jawab azka.
"Oh yauda sini, engga kok ga keberatan. Kenapa ga kasih langsung aja ke Anissa nya?"
Tanya Yuli.
"Gapapa ga enak aja, Anissa juga mungkin udah lupa sama gua"
Jawab Azka.
"Oh gitu".
Balas Yuli.
"Yauda kalo gitu gua pamit ya, salam buat Anissa, Sekali lagi makasih maaf karena sudah merepotkan"
Ucap Azka sambil menyalakan motornya.
"Hehe iya gapapa tenang aja, nanti gua salamin sama Anissa "
"Okee makasih yah Yul"
Azka pun pulang...
Dan semakin hari kisah Azka dan Anissa semakin memudar, harapan dan mimpi-mimpi yg dulu pernah mereka rangkai kian sirna!
Kini Azka mencoba meluapkan segala kesendirian nya kedalam sebuah catatan Diary.
" 11 - Mei – 2013, Adalah sebuah skenario yang gagal.
Seharusnya kubacakan puisi yg telah ku buat untukmu , setelah aku menjelaskan semua tentang hubungan kita agar lebih romantis
Tapi aku tidak ingin merusak kesenanganmu, bersenang-senanglah saja dulu dengan senja dan ombak-ombak itu
Bukankah mereka adalah teman yang setia?
Iya, biarkanlah mereka menikmati kesenangannya
Aku pun baru saja belajar!!!
Tapi yang ku pelajari bukan soal matematik, Aku tidak pandai kalau soal itu.
Aku baru saja belajar merelakan!
Ya,  ini tuh relanya yang level memang benar rela
Bukan nya basa-basi yang bilang rela karna menyerah, Bukan.
Dengan merelakan mu, melepas mu, aku jadi bisa lihat kamu terbang bebas, aku juga bisa melihat kamu berkembang
Dan aku baru saja menyadari, aku senang melihat mu sebahagia itu.
Selama ini aku egois ternyata, aku pikir yang bisa membuat mu senang hanya aku saja, ternyata ada banyak hal diluar sana yang tidak ku ketahui
Dan sekarang aku tidak mungkin terus-terusan bertahan disaat diri mu sudah dengan yg lain aku harus ikhlas dan mendoakan yg terbaik untuk mu
Aku yakin kesunyian ini akan selalu menuntunku kedepan pintu gerbang kebahagiaan yg lebih nyata.
Aku akan sangat berterimakasih kepada mu, karena telah mengajarkan begitu banyak arti dan makna tentang cinta serta sebuah ketulusan
Semua isi perasaan dalam hati ku ini mungkin hanya akan menjadi kepingan abu yg mungkin tidak banyak orang tahu hanya menjadi cerita hidup dan meskipun kini sudah jarang bertatap mata semoga doa kita berujung pada atap yg sama, bahagia dunia dan surga.
Karna doa adalah pengganti pelukan saat kita sudah mulai saling melupakan .
Anissa, Lain hari aku akan menemuimu kembali, dan memastikan bahwa kau adalah milikku. Semoga kebahagiaan selalu ada disisi mu...
11 - Mei - 2013
Azka Al-Ghifahri " .....
Memang terkadang semua harapan yang kita inginkan tidak selalu berjalan sesuai yang diharapan, namun rencana Tuhan pasti jauh lebih baik.
Kini waktu telah mengajarkan Azka begitu banyak hal tentang hidup ini, sampai akhirnya waktupun membiasakan Azka untuk tetap sendiri.
Ingatlah sejauh apapun kita berlari mencari yang terbaik dan sekuat apapun kita melepaskan, bila Tuhan sudah menyatukan nama kita, kita akan kembali pada satu titik temu nanti.

Komentar

Postingan Populer